Senin, 27 Agustus 2012

Hak Seorang Muslim atas Muslim Lainnya

Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Ikhwafillah,
Kaum muslimin adalah bersaudara yang mereka dikumpulkan oleh ikatan ukhuwah imaniah (Persaudaraan Iman). Saudara Seiman Juga mempunyai hak atas saudara yang lain selayaknya saudara kandung. Semua hak-hak ini hukumnya wajib untuk ditunaikan dan menelantarkannya merupakan perbuatan kezhaliman yang diharamkan.
Hak seorang Muslim atas Muslim Lainnya yaitu:
Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “hak seorang muslim atas muslim lainnya ada enam macam yaitu: apabila engkau bertemu dengannya maka ucapkanlah salam, apabila ia mengundangmu, maka penuhilah undangannya, apabila ia meminta nasihat kepadamu maka berilah nasihat kepadanya, apabila ia bersin dan bertahmid, maka jawablah tahmidnya, apabila ia sakit maka jenguklah, dan apabila ia meninggal maka antarkanlah jenasahnya”
Mengucapkan Salam
Islam datang untuk mempersatukan hati dengan hati, menyusun barisan dengan tujuan menegakkan bangunan yang tunggal. Sehingga Kita yang bersatu memiliki kemampuan untuk merealisasi tujuan luhur dan niat suci. Oleh karena itu awal pertemuan dengan sesama muslim agar hati Kita terikat satu dengan yang lainnya hingga timbulnya rasa saling mencintai dimulai dengan mengucapkan dan menyebarkan salam : “Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”.
Sabda Rasulullah SAW:
“Demi Dzat yang diriku dalam genggamanNya, mereka tidak masuk surga sehingga mereka beriman, dan mereka tidak beriman sehingga mereka saling mencintai. Maukah kamu aku tunjukkan sesuatu yang jika kamu mengerjakannya kamu saling mencintai? Sebarkan salam di kalangan kamu.”
Salam yang merupakan alat penghormatan bagi kita kaum muslimin yang lebih menegaskan bahwa agama ini adalah agama damai dan aman, serta kita adalah penganut salam (perdamaian) dan pencinta damai. Dalam hadis Rasulullah saw bersabda :
Sesungguhnya Allah menjadikan salam sebagai penghormatan bagi umat kami dan jaminan keamanan untuk kaum zimmah kami.”

Memenuhi Undangan
Seorang muslim yang mengundang saudaranya, maka ia berhak didatangi, oleh karena itu kewajiban yang diundang adalah mendatangi undangan tersebut. Undangan yang diberikan dari sesama muslim menunjukkan penghormatan dan perhatian yang besar kepada saudaranya yang diundang tersebut sehingga bagi yang tidak memenuhi undangan tentu saja menyebabkan kekecewaan. Mengabaikan undangan disamakan dengan pembangkangan kepada Allah dan Rasul, begitu juga sebaliknya saat seseorang yang datang tanpa diundang diumpamakan seperti pencuri, karena kedatangannya tidak diinginkan oleh yang mengundang seperti yang diriwayatkan oleh Abu Dawud :
“Barangsiapa diundang kemudian dia tidak memenuhi undangan tersebut, maka ia telah membangkang pada Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa masuk tanpa diundang, maka ia masuk sebagai pencuri.” 

Memberi Nasehat
Memberi nasehat kepada sudara muslim yang memintanya hendaklah dipenuhi. Karena nasehat ini dapat mendorong saudaranya kearah kebaikan. Bagi yang menasehati saudaranya, hendaknya ia mengerjakan apa yang diucapkan, mengamalkan apa yang dinasehatkan, sebab nasehat yang tidak diamalkan dan tidak dijiwai tidak akan berbekas pada jiwa yang dinasehati. Dan sesungguhnya agama ini adalah nasehat sebagaimana sabda Rasulullah saw :
“Agama itu nasehat. Kami bertanya kepada beliau, Nasehat kepada siapa ? Beliau menjawab : Terhadap Allah, Quran, RasulNya, pemimpin-pemimpin dan seluruh kaum Muslimin.”

Mendoakannya ketika bersin
Mendoakan saudara yang bersin merupakan wujud perhatian dan kasih sayang terhadapnya, sebab tatkala saudaranya itu bersin dan mengucapkan pujian kepada Allah : “Alhamdulillah”, serta merta ia yang mendengarkannya menanggapi dengan mengucapkan “Yarhamukallah”  (Semoga Allah memberimu Rahmat). Maka mendoakan dengan Rahmat layak diberikan pada saudaranya yang telah memuji Allah tersebut. Saat mendapatkan doa Rahmat, maka saudaranya itu hendaknya juga membalas doa bagi yang telah mendoakannya dengan mengucapkan : “Yahdini wayahdikumullah wa yuslih balakum?”(Semoga Allah memberiku dan engkau petunjuk dan semoga Allah memperbaiki keadaanmu).
Doa tersebut cerminan telah terjalinnya ikatan hati antara sesama muslim yang senantiasa menghendaki kebaikan bagi saudaranya.

Menjenguknya ketika sakit
Merupakan kewajiban umat Islam untuk mengunjungi saudaranya yang sakit. Hal ini dapat meringankan beban derita sisakit yang merana sendirian dan merasa terasing. Kedatangannya hendaknya dapat meringankan beban sisakit dan dapat menghiburnya.
Abu Hurairah ra meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda :
“Sesungguhnya Allah berfirman pada hari kiamat : Wahai bani Adam, Aku sakit dan kamu tidak menjengukKu. Ia berkata : Wahai Rabbku, bagaimana bisa aku menjengukMu sedang Engkau adalah Tuhan sekalian Alam ? Allah menjawab . Tidakkah kamu mengetahui bahwa seorang hambaKu fulan sakit dan kamu tidak menjenguknya ? Tidakkah kamu mengetahui bahwa andaikata kamu menjenguknya, kamu mendapatiKu di sisinya ?” (HR.Muslim). 

Mengiringi jenazahnya
Persaudaraan sejati tidak sebatas pada alam dunia saja, saat ajal menjemput, saudaranya ikut berta’ziyah dan mengiringi jenazahnya dan menyaksikan jasad saudaranya dimasukkan kedalam liang lahat, iringan terakhir di dunia dan kelak akan berjumpa di surganya Insya Allah.
Allah swt bahkan akan memberikan pakaian kehormatan bagi mu’min yang berta’ziyah kepada saudaranya sebagaimana yang diriwayatkan Ibnu Majah dari Amrbin Haram : Tiadalah di antara mu’min berta’ziyah kepada saudaranya yang mendapat musibah, kecuali Allah mengenakan pakaian kehormatan pada hari kiamat.

Ikhwafillah, marilah kita senantiasa wujudkanlah berbagai upaya yang bisa membentuk kasih sayang dan cinta di antara kita, sebab-sebab yang membuat setiap individu senang kepada kebaikan, saling tolong menolong dan menjauhi segala factor yang melemahkan dan mengurangi kekuatan hubungan antara sesama muslim di dalam kehidupan nyata, sehingga dengannya amal kita menjadi berkurang.  Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam telah memberitahukan hal tersebut di dalam sebuah sabdanya,
Orang mu’min yang satu dengan mu’min yang lain bagai sebuah bangunan yang saling menguatkan antara yang satu dengan yang lainnya”.
Dan Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam telah bersabda,
Perumpaan orang-orang mu’min dalam kasih sayang, rasa cinta, solidaritas dan saling membantu antara mereka sama seperti badan yang satu, yang apabila ada di antara anggota badan tersebut yang mengaduh kesakitan maka anggota badan yang lain akan meregang kepanasan dan tidak bisa tidur”.

Wfaqanallah..
Mushalla An-Nahl SEMA Fapet Unhas

Sumber: 
http://indonesian.iloveallaah.com/hak-seorang-muslim-atas-muslim-lainnya/


1 komentar: