Selasa, 28 Agustus 2012

TEMAN TERBAIK

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Dimanapun kita berada pasti mempunyai teman karena tidak ada seorang manusiapun di muka bumi ini yang dapat hidup tanpa bantuan orang lain. Manusia adalah mahluk sosial yang pasti membutuhkan lingkungan dan pergaulan. Teman merupakan elemen yang berpengaruh bagi kehidupan seseorang.

Islam sebagai agama yang sempurna dan menyeluruh telah mengatur bagaimana adab dan batasan-batasan di dalam pergaulan. Sebab betapa besar dampak yang akan menimpa seseorang akibat bergaul dengan teman-teman yang jahat dan sebalikya betapa besar manfaat yang dapat dipetik oleh seseorang yang bergaul dengan teman yang shalih.

Banyak diantara manusia yang terjerumus kedalam lubang kemaksiatan dan kesesatan dikarenakan bergaul dengan teman-teman yang jahat dan banyak pula diantara manusia yang mereka mendapatkan hidayah disebabkan bergaul dengan temann-teman yang shalih.

Didalam sebuah hadits, Rasulullah Shallallahu alaihi wa salam menyebutan tentang peranan dan dampak seorang teman:
“Perumpamaan teman duduk yang baik dengan teman duduk yang  jahat adalah seperti penjual minyak wangi dengan pandai besi. Adapun penjual minyak wangi tidak melewatkan kamu, baik engkau akan membelinya atau tidak membelinya, engkau pasti akan mendapat baunya yang enak. Sementara Pandai besi ia akan membakar bajumu atau engkau akan mendapatkan baunya yang tidak enak.” (Muttafaqun Alaih).
Berdasarkan hadits tersebut dapat diambil faedah penting bahwasanya bergaul dengan teman shalih mempunyai dua kemungkinan yang kedua-duanya baik yaitu: Kita akan menjadi baik, atau akan memperoleh kebaikan yang dilakukan teman kita.

Sedang bergaul dengan teman yang buruk juga mempunyai 2 kemungkinan yang kedua-duanya jelek, yaitu: kita akan menjadi jelek atau kita akan memperoleh kejelekan teman kita
Sahabat...

Bahkan Rasulullah Ahallallahu alaihi wa sallam menjadikan seorang teman sebagai patokan terhadap baik dan buruknya agama seseorang, oleh sebab itu rasulullah Sallallahu Alaihi Wa Sallam memerintahkan kepada kita agar memilah dan memilih kepada siapa kita bergaul. Dalam sebuah hadits, Rasulullah Sallallahu Alaihi wa Sallam bersabda:
“Seseorang berada diatas agama temannya, maka hendaknya seseorang diantara kamu melihat kepada siapa dia bergaul” (Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Abu Dawud,T irmidzi, Hakim dengan Sanad yang saling menguatkan satu dengan yang lain).
Demikianlah karena memang fitroh manusia cenderung ingin selalu meniru tingkah laku dan keadaan temannya.

Sahabat...
Seorang teman memberikan pengaruh yang besar dalam kehidupan kita, janganlah ia menyebabkan kita menyesal pada hari kiamat nanti dikarenakan bujuk rayu dan pengaruhnya sehingga kita tergelincir dari jalan yang haq dan terjerumus dalam kemaksiatan. Lihatlah bagaimana Allah menggambarkan seseorang yang telah menjadikan orang-orang fasik dan pelaku maksiat sebagai teman-temannya ketika didunia sehingga di akhirat menyebabkan penyesalan yang sudah tak berguna lagi baginya, karena di akhirat adalah hari hisab tanpa amal sedang di dunia adalah hari amal tanpa hisab.

Sahabat..
Teman sejati adalah yang selalu mendorongmu untuk berbuat kebajikan dan mencegahmu dari berbuat kejelekan walaupun engkau jauh dan engkau tidak selalu bersama dengannya. Sedangkan, musuh sejatimu adalah yang mendorongmu berbuat kejelekan dan tidak mencegahmu dari berbuat dosa walaupun ia dekat denganmu dan engkau selalu bergaul dengannya.

Semoga Allah Selalu memberikan taufik kepada kita dan menyelamatkan kita dari kejelekan lingkungan dan pergaulan serta menganugrahkan kepada kita lingkungan dan pergaulan yang mendorong kita untuk selalu taat kepada Allah dan Rasulnya.
Amin ya Rabbal ‘alamin.

Tips memilih teman dalam pandangan islam yaitu:
  • Pilihlah temn yang seagama dengan kita, dalam sebuah hadits, Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
“Seseorang itu menurut agama teman dekatnya, maka hendaklah salah seorang dari kaian melihat dengan siapa ia bersahabat” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi, lihat Ash-Shahihah no. 927)
  • Bertemanlah dengan orang yang shalih. Karena berteman dengannya, maka kitapun akan berteman dengan temannya yang baik pula.
  • Hindari berteman dengan orang yang menganggap remeh maksiat, sehingga kitapun akan menganggap ringan dalam hati.
  • Duduk bersama orang yang baik Akhlaknya. Karena majelis orang-orang yang buruk umumnya jauh dri dzikrullah, yang mana hal ini akan menjadi penyesalan dan kerugian bagi pelakunya pada hari kiamat nanti.
(Dinukil Secara Ringkas oleh Ummu Ishaq Al Atsariyyah dari kitab Al-Mukhtar lil Hadits fii Syahri ramadhan, hal 95-99)
Sumber:
Al-Bashirah: Menebar Kemuliaan islam rahmatan lil’alamin Edisi I/Vol. 1.1 Diterbitkan oleh Dept. Pendidikan dan Kesekretariatan Mushalla An Nahl SEMA FAPET UNHAS

Senin, 27 Agustus 2012

Hak Seorang Muslim atas Muslim Lainnya

Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Ikhwafillah,
Kaum muslimin adalah bersaudara yang mereka dikumpulkan oleh ikatan ukhuwah imaniah (Persaudaraan Iman). Saudara Seiman Juga mempunyai hak atas saudara yang lain selayaknya saudara kandung. Semua hak-hak ini hukumnya wajib untuk ditunaikan dan menelantarkannya merupakan perbuatan kezhaliman yang diharamkan.
Hak seorang Muslim atas Muslim Lainnya yaitu:
Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “hak seorang muslim atas muslim lainnya ada enam macam yaitu: apabila engkau bertemu dengannya maka ucapkanlah salam, apabila ia mengundangmu, maka penuhilah undangannya, apabila ia meminta nasihat kepadamu maka berilah nasihat kepadanya, apabila ia bersin dan bertahmid, maka jawablah tahmidnya, apabila ia sakit maka jenguklah, dan apabila ia meninggal maka antarkanlah jenasahnya”
Mengucapkan Salam
Islam datang untuk mempersatukan hati dengan hati, menyusun barisan dengan tujuan menegakkan bangunan yang tunggal. Sehingga Kita yang bersatu memiliki kemampuan untuk merealisasi tujuan luhur dan niat suci. Oleh karena itu awal pertemuan dengan sesama muslim agar hati Kita terikat satu dengan yang lainnya hingga timbulnya rasa saling mencintai dimulai dengan mengucapkan dan menyebarkan salam : “Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”.
Sabda Rasulullah SAW:
“Demi Dzat yang diriku dalam genggamanNya, mereka tidak masuk surga sehingga mereka beriman, dan mereka tidak beriman sehingga mereka saling mencintai. Maukah kamu aku tunjukkan sesuatu yang jika kamu mengerjakannya kamu saling mencintai? Sebarkan salam di kalangan kamu.”
Salam yang merupakan alat penghormatan bagi kita kaum muslimin yang lebih menegaskan bahwa agama ini adalah agama damai dan aman, serta kita adalah penganut salam (perdamaian) dan pencinta damai. Dalam hadis Rasulullah saw bersabda :
Sesungguhnya Allah menjadikan salam sebagai penghormatan bagi umat kami dan jaminan keamanan untuk kaum zimmah kami.”

Memenuhi Undangan
Seorang muslim yang mengundang saudaranya, maka ia berhak didatangi, oleh karena itu kewajiban yang diundang adalah mendatangi undangan tersebut. Undangan yang diberikan dari sesama muslim menunjukkan penghormatan dan perhatian yang besar kepada saudaranya yang diundang tersebut sehingga bagi yang tidak memenuhi undangan tentu saja menyebabkan kekecewaan. Mengabaikan undangan disamakan dengan pembangkangan kepada Allah dan Rasul, begitu juga sebaliknya saat seseorang yang datang tanpa diundang diumpamakan seperti pencuri, karena kedatangannya tidak diinginkan oleh yang mengundang seperti yang diriwayatkan oleh Abu Dawud :
“Barangsiapa diundang kemudian dia tidak memenuhi undangan tersebut, maka ia telah membangkang pada Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa masuk tanpa diundang, maka ia masuk sebagai pencuri.” 

Memberi Nasehat
Memberi nasehat kepada sudara muslim yang memintanya hendaklah dipenuhi. Karena nasehat ini dapat mendorong saudaranya kearah kebaikan. Bagi yang menasehati saudaranya, hendaknya ia mengerjakan apa yang diucapkan, mengamalkan apa yang dinasehatkan, sebab nasehat yang tidak diamalkan dan tidak dijiwai tidak akan berbekas pada jiwa yang dinasehati. Dan sesungguhnya agama ini adalah nasehat sebagaimana sabda Rasulullah saw :
“Agama itu nasehat. Kami bertanya kepada beliau, Nasehat kepada siapa ? Beliau menjawab : Terhadap Allah, Quran, RasulNya, pemimpin-pemimpin dan seluruh kaum Muslimin.”

Mendoakannya ketika bersin
Mendoakan saudara yang bersin merupakan wujud perhatian dan kasih sayang terhadapnya, sebab tatkala saudaranya itu bersin dan mengucapkan pujian kepada Allah : “Alhamdulillah”, serta merta ia yang mendengarkannya menanggapi dengan mengucapkan “Yarhamukallah”  (Semoga Allah memberimu Rahmat). Maka mendoakan dengan Rahmat layak diberikan pada saudaranya yang telah memuji Allah tersebut. Saat mendapatkan doa Rahmat, maka saudaranya itu hendaknya juga membalas doa bagi yang telah mendoakannya dengan mengucapkan : “Yahdini wayahdikumullah wa yuslih balakum?”(Semoga Allah memberiku dan engkau petunjuk dan semoga Allah memperbaiki keadaanmu).
Doa tersebut cerminan telah terjalinnya ikatan hati antara sesama muslim yang senantiasa menghendaki kebaikan bagi saudaranya.

Menjenguknya ketika sakit
Merupakan kewajiban umat Islam untuk mengunjungi saudaranya yang sakit. Hal ini dapat meringankan beban derita sisakit yang merana sendirian dan merasa terasing. Kedatangannya hendaknya dapat meringankan beban sisakit dan dapat menghiburnya.
Abu Hurairah ra meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda :
“Sesungguhnya Allah berfirman pada hari kiamat : Wahai bani Adam, Aku sakit dan kamu tidak menjengukKu. Ia berkata : Wahai Rabbku, bagaimana bisa aku menjengukMu sedang Engkau adalah Tuhan sekalian Alam ? Allah menjawab . Tidakkah kamu mengetahui bahwa seorang hambaKu fulan sakit dan kamu tidak menjenguknya ? Tidakkah kamu mengetahui bahwa andaikata kamu menjenguknya, kamu mendapatiKu di sisinya ?” (HR.Muslim). 

Mengiringi jenazahnya
Persaudaraan sejati tidak sebatas pada alam dunia saja, saat ajal menjemput, saudaranya ikut berta’ziyah dan mengiringi jenazahnya dan menyaksikan jasad saudaranya dimasukkan kedalam liang lahat, iringan terakhir di dunia dan kelak akan berjumpa di surganya Insya Allah.
Allah swt bahkan akan memberikan pakaian kehormatan bagi mu’min yang berta’ziyah kepada saudaranya sebagaimana yang diriwayatkan Ibnu Majah dari Amrbin Haram : Tiadalah di antara mu’min berta’ziyah kepada saudaranya yang mendapat musibah, kecuali Allah mengenakan pakaian kehormatan pada hari kiamat.

Ikhwafillah, marilah kita senantiasa wujudkanlah berbagai upaya yang bisa membentuk kasih sayang dan cinta di antara kita, sebab-sebab yang membuat setiap individu senang kepada kebaikan, saling tolong menolong dan menjauhi segala factor yang melemahkan dan mengurangi kekuatan hubungan antara sesama muslim di dalam kehidupan nyata, sehingga dengannya amal kita menjadi berkurang.  Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam telah memberitahukan hal tersebut di dalam sebuah sabdanya,
Orang mu’min yang satu dengan mu’min yang lain bagai sebuah bangunan yang saling menguatkan antara yang satu dengan yang lainnya”.
Dan Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam telah bersabda,
Perumpaan orang-orang mu’min dalam kasih sayang, rasa cinta, solidaritas dan saling membantu antara mereka sama seperti badan yang satu, yang apabila ada di antara anggota badan tersebut yang mengaduh kesakitan maka anggota badan yang lain akan meregang kepanasan dan tidak bisa tidur”.

Wfaqanallah..
Mushalla An-Nahl SEMA Fapet Unhas

Sumber: 
http://indonesian.iloveallaah.com/hak-seorang-muslim-atas-muslim-lainnya/


Sabtu, 28 April 2012

Sebuah Pengantar

Assalamu Alaikum Wr. Wb. 

Dengan Nama Allah yang maha pengasih, maha penyayang
Segala Puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Pemilik hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah, dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan. Tujukilah kami jalan yang lurus. (Yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya;bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” (Q.S Al-Fatihah: 1-7)

Syukur seantiasa kita panjatkan kepada Allah, atas segala karuni dan rahmatnya kepada kita baik berupa nikmat iman,  islam serta nikmat kehidupan ini. Atas karunianya jualah sehingga Blog ini dapat tercipta.

Salawat serta salam kita sampaikan kepada sang suri tauladan, sang pembawa cahaya, nabiullah Muhammad SAW. Atas jasa beliau lah, sehingga kita dapat menikmati indahnya islam.

Demi masa. Sesungguh manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta nasehat menasehati dalam kebenaran dan nasehat-menasehati dalam menetapi kesabaran.” (Q.S Al ‘Asr)

Surah ini telah mengajarkan kita bahwa manusia itu rugi, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, serta nasehat menasehati dalam kebenaran dan kesabaran. Oleh sebab inilah menjadi awal terciptanya Blog ini guna nasihat-menasihati antar sesama muslim dalam kebenaran dan kesabaran, mencegah kemungkaran. Sebab mencegah kemungkaran merupakan suatu kebajikan. Bukankah rasulullah telah mengajarkan kita untuk amar ma’ruf nahi mungkar

Dari Abu Sa’id Al Khudry -radhiyallahu ‘anhu- berkata, saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda, “Barang siapa di antara kamu yang melihat kemungkaran, maka hendaklah ia merubah (mengingkari) dengan tangannya, jika tidak mampu hendaklah ia merubah (mengingkari) dengan lisannya, jika tidak mampu hendaklah ia merubah dengan hatinya, dan itulah keimanan yang paling lemah.” (HR. Muslim no. 49)

Akhir kata, senantiasa-lah kita terus berusaha istiqomah dijalan yang lurus, yakni jalan yang dirahmati Allah. AllahuAkbar!!!
Wafaqanallah....
Mushalah An-Nahl SEMA Fapet UNHAS